selamat malam, malam...
kawan sebenarnya siapa dirimu?
setiap hari engkau datang dan pergi menjalankan tugasmu...
mendinginkan hari, menghantarkan pagi...
tenang, diam
kawan seperti biasa engkau menghampiri
bertahun-tahun tanpa bosan selalu menemani
tak pernah sekalipun aku memintamu
tak bisa juga sekalipun aku menolak kehadiranmu
hitam, kelam, legam, diam...
pernahkah engkau bersedih kawan? atau
bahagia yang selalu kau rasakan?
diam... kau hanya diam...
kawan, siapa mereka?
jutaan kilau di jubahmu itu
begitu cantik, berbinar, berpijar...
dan siapa dia? kekasihmu kah?
sosok rupawan yang terkadang bersembunyi malu dibalik kelambu awan
malam...
yang tak terganti...
hitam
tenang
kuat, tegar
musik apa yang engkau mainkan itu kawan?
aku mengenal semua suara itu...
nafas pepohonan...
derap langkah angin di dedaunan... dan
binatang malam yang bangun dari peraduan
alam semesta yang bernyanyi, alam semesta yang menari...
nyanyian kegeraman, tarian kemarahan untuk dunia...
dalam diam yang kelam...
sejenak air matamu menetes...
ada apa kawan?
bersedihkah engkau melihat kenyataan?
hanya petir yang menggelegar dan engkau tetap diam...
malam...
tetaplah engkau menjadi malam...
tenang...
diam...
tegar...
meninggalkan masa lalu, menghantarkan masa depan...
menyimpan rahasia, mengungkap kenyataan...
merayakan kekalahan, menangisi kemenangan...
mainkan musikmu malam...
hingga mata ini tertutup untuk yang terakhir didalam hidup
No comments:
Post a Comment